Skip navigation

Tag Archives: Software

Bekerja dengan 2 komputer terkadang mengharuskan transfer file antara kedua komputer tersebut. Selain itu, kadang terdapat 2 file yang perlu ada di kedua komputer tersebut.

Sejauh ini, hal tersebut dilakukan manual, hingga akhirnya ditemukan dropbox. Dengan software tersebut, sinkronisasi dua komputer atau lebih bisa dilakukan dengan sangat simpel.

Begini cara kerjanya:

1. install dropbox di komputer-komputer yang ingin disinkronisasikan. Diperlukan juga untuk membuat account pada dropbox.
2. Akan tercipta folder dropbox didalam komputer. File yang dicopy-kan ke folder tersebut pada komputer A, akan otomatis muncul di folder dropbox pada komputer B

Dropbox juga cukup pintar untuk melakukan operasi via lan apabila komputer-komputer tersebut berada pada 1 jaringan yang sama. Dan lagi, jika digunakan komputer yang tidak terinstall dropbox, cukup dengan login ke websitenya. Disana akan ada file-file atau folder-folder yang terdapat di folder dropbox.

I find it very useful, sayangnya hanya up to 2 giga untuk versi gratis. Semoga kedepannya mereka menambahkan kapasitas untuk account gratis, hehe.

Bekerja dengan 2 komputer terkadang mengharuskan transfer file antara kedua komputer tersebut. Selain itu, kadang terdapat 2 file yang perlu ada di kedua komputer tersebut.

Sejauh ini, hal tersebut dilakukan manual, hingga akhirnya ditemukan dropbox. Dengan software tersebut, sinkronisasi dua komputer atau lebih bisa dilakukan dengan sangat simpel.

Begini cara kerjanya:

  1. install dropbox di komputer-komputer yang ingin disinkronisasikan. Diperlukan juga untuk membuat account pada dropbox.
  2. Akan tercipta folder dropbox didalam komputer. File yang dicopy-kan ke folder tersebut pada komputer A, akan otomatis muncul di folder dropbox pada komputer B

Dropbox juga cukup pintar untuk melakukan operasi via lan apabila komputer-komputer tersebut berada pada 1 jaringan yang sama. Dan lagi, jika digunakan komputer yang tidak terinstall dropbox, cukup dengan login ke websitenya. Disana akan ada file-file atau folder-folder yang terdapat di folder dropbox.

I find it very useful, sayangnya hanya up to 2 giga untuk versi gratis. Semoga kedepannya mereka menambahkan kapasitas untuk account gratis, hehe.

Lanjutan dari posting ini, akhirnya diputuskan untuk menggunakan Bazaar, karena penggunaan Bazaar di sisi client dirasa (bukan dipikir, hehe) paling mirip SVN. Semoga saja ini menjadi keputusan yang tepat kedepannya.

Setelah dipilih, akhirnya Bazaar perlu disiapkan untuk dapat digunakan sehari-hari, dan mulai BESOK hingga seterusnya. Untungnya terdapat postingan disini yang memberikan informasi step-step instalasi dengan baik.

Menambahkan yang telah dituliskan disana, serta beberapa isu mengenai Bazaar, antara lain:

  • Bazaar memerlukan sftp Server untuk dapat diakses dari luar
  • Setting awal Bazaar lebih sulit daripada repo svn untuk pertama kalinya.
  • Penggunaan SFTP yang mengakibatkan perlunya credential satu user terdapat OS linuxnya sedikit banyak cukup menganggu
  • Terdapat beberapa bug di tortoiseBzr-nya, meski bug-nya tidak critical

Selain isu tersebut, Bazaar tampak meyakinkan. Dan karena dekatnya konsep bazaar dengan SVN, semoga porting project kesana berjalan dengan lancar.

Sebagai seorang programmer, tentu tidak asing dengan aplikasi, software, atau library open source. Seperti halnya Software yang berbayar, program-program tersebut juga memiliki License sendiri meski bisa kita dapatkan dengan gratis.

Tiga diantaranya yang terkenal adalah GPL (General Public License), LGPL (Lesser General Public License) dan BSD (Berkeley Software Distribution) License. Melihat dokumen yang menjelaskan mengenai license tersebut, bagi orang yang kurang fasih bahasa inggris kemungkinan akan memusingkan @_@.

Dengan sedikit searching di wikipedia, karakteristik dan perbedaan License ketiga kriteria tersebut antara lain:

  • Software yang dibangun dengan menggunakan program berlisensi LGPL dan BSD, dapat dijual dengan bebas. Sedangkan yang menggunakan GPL, HARUS ber-License GPL juga.
  • Software yang dibangun dengan menggunakan program GPL, bisa DIJUAL, namun License-nya harus GPL. Jadi ketika dijual, disertakan juga source codenya.

Oleh karena itu, hati-hati dalam menggunakan program, library atau aplikasi yang memiliki License GPL. Sebaiknya menggunakan program dengan Lisensi LGPL atau BSD.

Perusahaan tempat Aku bekerja sedang ingin melakukan perubahan terhadap SCM yang digunakan. Bagi yang belum pernah mengetahui SCM atau Source Code Versioning, sangat dianjurkan untuk mencari tahu lewat google. Percayalah, tools-tools SCM sangat bermanfaat, it’s a life saver. Tadinya yang digunakan akan Subversion. Hendak diganti dengan Bazaar, Git atau Mercurial

Karena sebagai yang bertanggung jawab untuk melakukan perubahan tersebut, Aku memutuskan untuk mendownload semuanya, karena membaca dari review, tetap sulit memutuskan karena masing-masing memiliki kelebihan dan keuntungan.

Impresi pertama dari Bazaar, penggunaannya cukup mudah. Didukung dengan turtoiseBzr dan adanya dokumentasi penggunaan pre-instalasi windowsnya, melakukan setting bazaar cukup mudah.

Kemudian impresi dari Mercurial, lebih mudah dari Bazaar. Flow dari penciptaan dan pengoperasian Mercurial sangat trivial dan memiliki learning curve yang rendah. Dirasakan lebih mudah dari penggunaan Bazaar.

Untuk Git, nah ini aga tricky. Sampai saat ini masih belum berhasil untuk menciptakan repo :p. Mungkin wajar karena instalasi Git untuk windows tampaknya bukan sesuatu yang terpackage dengan rapih seperti bazaar dan Mercurial. Apa itu bayaran dari Git yang konon paling canggih diantara Bazaar dan Mercurial? Rencananya Aku akan mencoba melakukan setting Git dari LinuxMint. Semoga kali itu bisa lebih lancar.

Kesimpulan sementara dari impresi pertama, Mercurial paling mudah digunakan oleh orang yang sebelumnya menggunakan Subversion. Kemudian Bazaar menempati peringkat dua dan Git yang terakhir.

Pekerjaanku terkadang mengharuskan komputer yang digunakan lemot dalam beberapa menit (A.K.A compiling), wajar saja sih jika mengingat ratusan ribu LOC-nya. Aku pikir akan lebih efektif jika memiliki 2 komputer sekaligus, tidak hanya 2 monitor untuk 1 CPU.

Akan tetapi, jika 2 komputer begitu, sangat tidak nyaman bila menggunakan keyboard dan mouse masing-masing. Untunglah synergy to the rescue. Program ini mampu membuat penggunaan banyak komputer sekaligus namun tetap hanya perlu 1 mouse dan keyboard. Benar-benar program yang solutif. Terdapat requirement memang, yaitu kedua komputer tersebut perlu terhubung dengan jaringan. Untungnya Peer-to-Peer pun cukup, selama bisa saling mengirim data. Hebatnya lagi, OS komputer yang saling terhubung tidak perlu sama. 1 Windows dan 1 Linux contohnya, dapat dilakukan, meski aku belum mencobanya.

Disini tidak akan dijelaskan bagaimana tatacara menginstall synergy, karena tutorial di web-nya itu sendiri sudah lebih dari cukup. Konsepnya adalah, tentukan komputer mana yang akan menjadi server (mesin yang keyboard dan mouse-nya kita gunakan), dan tentukan hubungan komputer satu dengan yang lain (misalnya ada komputer A dan B, definisikan bahwa B disebelah kanan A DAN A disebelah kiri B) dan voala, the magic begins. Benar-benar program yang bagus.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.